Sejarah Depohar 50

Sesuai dengan keputusan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Nomor : Kep/4/III/1999 tanggal 16 Maret 1999 yang merupakan penyempurnaan Kep/39/III/1987, pokok-pokok organisasi dan prosedur Komando Pemeliharaan Materiel TNI AU (Koharmatau) mengalami perubahan khususnya pada tingkat pelaksana.

Komandan Depohar 50

Periode 2023 s.d. sekarang

Kolonel Lek Supriadi

Inovasi Smart Hand Washer Depohar 50

Di Tengah Pandemi Covid-19 Depohar 50 telah berhasil menciptakan Inovasi Teknologi Smart Hand Washer

Visi dan Misi Depohar 50

Dengan Dilandasi Semangat Jiwa Ksatria, Militan, Loyal dan Profesional Depohar 50 Siap Memelihara Kesiapan Alutsista Radar TNI Angkatan Udara

ADSB Radar buatan Depohar 50 mengikuti pameran Indo Defence 2018

Depohar 50 mengikuti pameran Indo Defence 2018 di JIExpo Kemayoran Jakarta Pusat dengan menampilkan karya ADSB Radar buatan anggota Depohar 50

MAKLUMAT PELAYANAN

Depohar 50 Siap Untuk Menju WBK/WBBM

Tampilkan postingan dengan label Radar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Radar. Tampilkan semua postingan

25 Juni 2024

Inovasi Sathar 55 - Portable Power Supply Tester Radar Smart Hunter TH-S311

 


Depohar 50 - Ir Koharmatau (Inspektur Komando Pemeliharaan Materiil Angkatan Udara), Marsma TNI I Nyoman Sudarsana, S.I.P., M.H., M.Tr.Han., berkunjung ke site Satuan Pemeliharaan 55 untuk melihat secara langsung peralatan inovasi dari Sathar 55, Selasa (25/6/2024). Kegiatan kunjungan ini berlangsung dalam rangka Monitoring  Pembangunan Fasilitas, Inovasi dan Anggaran oleh Tim Inspektorat Koharmatau di Depo Pemeliharaan 50.


    Inovasi yang dimaksud ialah Portable Power Supply Tester Radar Smart Hunter TH-S311 yang berfungsi sebagai tester Power Supply pada Radar Smart Hunter TH-S311. Prinsip kerja peralatan ini ialah dengan mengukur tegangan dan voltase pada Power Supply secara onsite pada satuan pengguna, dan selanjutnya teknisi yang memutuskan apakah Power Supply masih dalam keadaan layak pakai atau tidak. Inovasi ini diharapkan dapat membantu para teknisi Sathar 55 untuk dapat mengecek keadaan Power Supply Radar Smart Hunter secara cepat, tepat dan akurat. (Dok. Infolahta)




19 Juni 2024

Kunjungan kerja KASAU di Depohar 50.


    Depohar 50 - Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU), Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M., melakukan peninjauan fasilitas pemeliharaan Radar di Depo Pemeliharaan 50 dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke Lanud Adi Seoemarmo (SMO), Rabu (19/6/2024). 



    Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan dan kelayakan fasilitas dan personel teknisi pemeliharaan Radar yang dimiliki oleh tiap-tiap Satuan Pemeliharaan (Sathar) di Depohar 50. Selama kunjungan, Kasau berdialog dengan Komandan Depohar 50, Kolonel Lek Supriadi serta dengan para Komandan Satuan Pemeliharaan (Dansathar) 51 sampai dengan 55 guna mendapatkan gambaran komprehensif tentang kondisi dan kebutuhan Sathar dalam menunjang kesiapan pemeliharaan Radar yang ada di seluruh Indonesia. Kunjungan kerja Kasau ke Depohar 50 diharapkan dapat memberikan dorongan semangat serta peningkatan kualitas pelayanan dan pemeliharaan Radar guna menciptakan TNI AU yang AMPUH (Adaptif, Modern, Profesional, Unggul & Harmonis).

     Turut hadir mendampingi Kasau dalam kunjungan kerjanya, Dankodiklatau, Irjenau, para Asisten Kasau, Kapuslaiklambangja, Dankopasgat, Wadankoharmatau, Danspuspomau, para Kepala Dinas di jajaran Mabesau, Askomlek Kaskoopsudnas dan para pejabat di jajaran Depohar 50.

 








 

13 Juni 2019

Radar Maritim Baru Milik Cina Diklaim Dapat Mendeteksi Rudal Anti Radiasi dan Pesawat siluman

New radar can detect ‘killer’ missiles, stealth fighters
Gelombang frekuensi tinggi bergerak di sepanjang permukaan laut dan memungkinkannya mendeteksi dan memantau pesawat pengganggu.

Sistem radar peringatan dini maritim China diklaim tahan terhadap rudal anti radiasi (ARM) dan mampu mendeteksi pesawat siluman. Hal ini disampaikan pengembangnya dalam wawancara dengan majalah Naval and Merchant Ships, dan dilaporkan oleh Global Times.

Sistem radar maritim, yang dikembangkan oleh tim yang dipimpin oleh ilmuwan Cina Liu Yongtan, diklaim dapat mendeteksi musuh di laut dan udara dari jarak ratusan kilometer jauhnya di bawah kondisi cuaca apa pun, kata laporan tersebut.

Sementara gelombang elektromagnetik biasanya dipancarkan secara line of sight (LOS) dan, karena Bumi bulat, sebagian besar sistem radar tidak dapat melihat apa yang ada di balik cakrawala. Gelombang frekuensi tinggi yang digunakan oleh radar Liu bergerak di sepanjang permukaan laut, dan dengan demikian, memungkinkan untuk mendeteksi dan memantau kapal dan pesawat terbang yang berada di luar jangkauan visual.

Dengan demikian, panjang gelombang yang digunakan oleh sistem radar ini  juga dapat mendeteksi pesawat siluman, kata Liu. Ini karena pesawat siluman saat ini seperti F-35 terutama dirancang untuk bersembunyi dari gelombang mikro dan bukan gelombang dengan panjang gelombang yang lebih panjang, kata laporan itu.

Radar itu juga dapat menghindari serangan dari rudal anti radiasi, berkat penggunaan beam gelombang lebar, karena rudal seperti itu tidak dapat membawa antena yang cukup besar (untuk melacaknya), kata Liu.

Wei Dongxu, seorang analis militer yang berbasis di Beijing, mengatakan kepada Global Times bahwa pesawat siluman dan rudal anti-radiasi adalah dua pembunuh radar yang sangat efektif.

Radar Liu memiliki peluang jauh lebih tinggi untuk survive dari serangan lawan dan dapat memberikan payung perlindungan deteksi dini bagi serangan yang dilakukan secara diam-diam oleh pesawat siluman, kata Wei.

Pada bulan Januari, Liu menerima Penghargaan the 2018 State Preeminent Science and Technology Award - penghargaan ilmiah tertinggi negara dengan hadiah 8 juta yuan (US $ 1,17 juta) - atas kontribusinya pada pengembangan teknologi radar tersebut.

31 Januari 2019

Rancang Bangun ADSB-Radar Depohar 50

Kesiapan operasional radar tidak dapat dilepaskan dari peran penting kegiatan pemeliharaan yang dilaksanakan di Depohar 50, yang mana sebagian besar teknologi radar yang ada saat masih merupakan teknologi lama yaitu tahun 60an, 80an, 90an serta hanya beberapa radar menggunakan teknologi terbaru yaitu Radar Master-T yang merupakan teknologi 2000an. Sesuai dengan kemajuan teknologi elektronika terutama teknologi radar, saat ini telah berkembang teknologi radar baru yaitu ADS-B (Automatic Dependent Surveillance Broadcast) yang memanfaatkan GPS (Global Positioning System) dalam menentukan posisi pesawat, dengan perhitungan menggunakan GPS akan didapatkan data pesawat berupa koordinat pesawat, kecepatan, ketinggian yang kemudian dipancarkan dengan frekuensi 1090Mhz yang disebut dengan ADS-B radar.

28 Oktober 2018

Depohar 50 Kembangkan Inovasi dan Kreatifitas


Depo Pemeliharaan 50 (Depohar 50) adalah satuan pelaksana pemeliharaan di bawah Komandan Koharmatau bertugas melaksanakan pemeliharaan tingkat berat peralatan radar TNI Angkatan Udara, pembinaan personel spesialis radar dalam rangka pemeliharaan on site dan off site, maupun menyelenggarakan kesiapan test bench.


Di bawah kepemimpinan Komandan Depohar 50 Kolonel Lek  Budi R. Leman, S.T. bersama satuan jajaran seperti Satuan Pemeliharaan (Sathar) 51, Sathar 52 dan Sathar 53 berhasil mengembangkan inovasi dan kreatifitas dalam membuat komponen-komponen radar.